; .: SePEnGgAL Kis4H :.: Surat Cinta Dari Yang Tercinta ;
Ikuti Terus ya Jejak Petualangan KHEISYA!!!

Kamis, 09 Oktober 2008

Surat Cinta Dari Yang Tercinta




“Assalamu’alaykum….dek, dek itanya ada” suara yang tidak asing lagi kutangap dari balik pintu depan kosku. Lembut sekali…
“ Ada mbak…mbak itanya dikamar, diketuk saja” suara vina dengan khasnya yang keraspun, mempersilahkan masuk.
Akupun yang berada didalam kamar meraba-raba, tumben pagi-pagi ada yang mencariku aku yang tadinya ketiduran habis tilawah segera bangkit. Kode suara yang kutangkap segera kuterjemahkan dan kucocokkan dengan pemilik yang kiranya”pas”. Nama-nama seperti mba xxx ( Murabbiku), ukh xxx (teman LQ), pun menjadi nominasinya. Sebelum mengetuk salam pintu kamarku, akupun mendahuli untuk segera beranjak membukakan pintu untuk menjawab rasa penasaran di dada. Siapakah dia??
Dubraks!!!Kaget jelas..Dibalik pintu ada seulas senyum yang mengembang, sungguh khas!, “ senyum mbak fenty….sang mas’ulah jaringan muslimahku di puskomda solo raya”. Senyum yang mempesona memang, akupun belum bisa menjiplak senyum mbak fen…. Beliau benar-benar mengamalkan senyum ala ustadz sholikin abu izzudin dalam berbagai ceramahnya 227, 2 cm ke kanan, 2 cm kekiri dan tahan 7 menit ups salah 7 detik maknyunya (baca:maksudnya hehe). Hayo dipraktikkan. Bisa nggak? Susah memang….tetapi sangat mudah bagi mbak fen, karena itu telah menjadi kebiasaan yang melekat untuk selalu tersenyum.
Kamarku memang tak luas kira-kira hanya berukuran 3*3.5, ditambah dengan barang-barang yang seambrek . karena kurang pandai menata kamar akibatnya tak ada ruang kosong lagi kecuali depan komputer. Akupun kebingungan mempersilahkan mbak fen untuk duduk. Mbak fen ternyata berinisiatif sendiri untuk duduk di kasur. Ya sudah, akupun mengikutinya.
“ Minal aidzin wal faidzin ya dek….” Diapun spontan menjabat tangan dan memelukku.
“ iya mbak sama-sama, wong tuwo memang kathah luput'e….hehe”balasku sambil cekikikan tak karuan. Aku memang senang mengaku-ngaku lebih tua dari orang lain, bukan sindiran untuk mbak fen, kata-kata itu keluar tapi memang aku pengin yang lebih tua. Dan tak lama kemudian beliau menyampaikan maksud kedatangannya. Diambilnya dari dalam tas beliau secarik kertas yang dilipat cantik dan berhiaskan pita biru disudut lipatanya (akupun belum bisa melipat kertas ala mbak fen, creative memang beliau) dan dicari-cari kertas yang bertuliskan “dear ita”. E..balada g ada ternyata! Entah mbak fen yang lupa g buat untuk ita atau memang ketlisut. Sedih ibu……(hehe..ceritanya teriak sambil terisak). Sebagai penawar kekecewaanku kemudian beliau menyodorkan kertas yang bertuliskan “dear fenty”. “ Dek…pakai punya mbak ya…yang penting kan isinya toh?punya dek ita kok g ada ya?” Tambahnya. “ Toh….” Jawabku dalam hati, lha pertanyaannya iya toh?hehe. Ingin rasanya aku marah-marah ma beliau, masak staff kesayangan sampai terlupakan gimana toh? Hehe..bercanda mbak, peace nggih!!!. Akupun tak sabar untuk membaca surat cinta itu, tetapi niatanku terhenti karena mbak fen melarangku. “ Masak baca surat cinta, ada orang yang ngasih” katanya. “ iya mbak..” aku hanya bisa mengangguk. Beliau juga menyampaikan kalau ahad pekan ini mau mengadakan agenda halal bi halal yang mengambil waktu mabit di NH, waduh padahal ahad ana sendiri sudah ada agenda kencan dengan kakandaku tercinta yang mau mudik untuk yang ke-2. Emang kandaku ikhwan tangguh kaya adeknya.he..he…dari Jakarta pulang 2X dalam sepekan. Setelah lumayan panjang lebar bercerita, mbak fenpun berpamitan. Aha…akupun segera menutup pintu, dan mencari posisi paling PeWe untuk membaca surat cinta dari saudariku yang tercinta itu. Bismillahirrahmaanirrahiim…


****************************************************************************************
AKAN KITA TUNJUKKAN…
Tiba-tiba…mata ini penuh dengan genangan air mata
Berjatuhan dengan derasnya….
Ternyata…Ia hanya ingin menyuarakan gejolak hati seorang manusia
Hati yang penuh penyesalan dalam
Hati yang gelisah karena menyia-nyiakan waktu yang dia punya
Astaghfirullahal’adzim….
Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah yang berlimpah pada kita….Sesungguhnya Ia telah menempatkan kita pada satu ruang dan masa dimana kita bisa saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan. Satu ruang yang tak mudah terusik oleh riuhnya kepentingan pribadi tetapi lebih kepada kepentngan umat. Subhanaalloh, tidaklah itu kita sadari sebagai sebuah scenario Allah yang indah, bukan hanya kebetulan semata.

Ramadhan telah berlalu, sudahkah Ramadhan telah membawa pada insane muttaqin? Tanyalah pada hti nurani kita. Suara hati nurani kita adalah petunjuk nyata dari Allah SWT. Karena suara hati nurani kita adalah hati yang disinari keimanan. Hati yang siap memberikan keputusan yang adil dan bertanggung jawab atas setiap perilaku kita. Jika kita telah melakukan amalan-amalan andalan di bulan ramadhan, jagalah ia hingga benar-benar terjaga dan meningkat pada waktu sebelumnya……

Bila kita korelasikan dengan amanah kita di puskomda, sudahkah kita mengevaluasi diri? Marilah menatap dengan lebih tajam, merasakan dengan lebih dalam, perlebar pendengaran kita, apa kata orang tentang kita (baca :PUSKOMDA TERCINTA)…Mungkin dengan begitu kita bisa mengetahui dengan lebih jelas siapa kita, dimana posisi kita, dan seberapa besar harapan orang-orang di sekitar kita terhadap kita.

Tak terasa sudah hamper satu tahun kita lalui bersama di wajihah ini. Ketika diibaratkan kereta, sudah berapa stasiun pemberhentian yang kita lewati. Ketika di awal kita melisankan lidah ini untuk membersamai puskomda, maka pada saat itu kita telah menerima amanah Allah yang kemudian akan kita pertanggungjwabkan di hadapan-Nya kelak. Ketika itu kita mempunyai komitmen untuk menuju satu tujuan dengan sekian banyak harapan besar yang kita impikan. Namun di tengah perjalanan mulai terlihat seberapa banyak orang tergoda pada pemandangan sementara atau yang dengan sedemikian banyak alasan turun pada stasiun-stasiun sebelumnya. Coba sekali lagi lihatlah orang-orang disekitar kita. Kiranya ialah yang masih setia menjadi teman sejati, teman seperjuangan, teman sepenanggungan untuk mengarungi waktu yang masih tersisa di puskomda ini.

Kita berada di puskomda hanya sebentar, cukup satu tahun saja. Dari sekian banyak kerja yang kita lakukan, apakah kerja kita sudah sesuai dengan harapan atau belum? Sudahkah semua personal merasakan pahit-manisnya perjuangan atau belum? Sudahkah teman-teman LDK di luar sana merasakan manfaat dari keberadaan kita atau belum? Tentunya…pertajam lagi…perdalam lagi…perlebar lagi………….”

**********************************************************************************

Akupun tak mampu melanjutkan surat cinta dari saudaraku tercinta ini. Sungguh sebuah muhasabbah cinta darinya yang benar-benar dalam, yang mampu menembus keangkuhanku hingga akupun tak terpedaya. Aku memang belum melakukan banyak hal untuk puskomda tercinta, banyak ijinnya, banyak meninggalkan sahabatku seperjuangan yang bergelut di medan badar sendirian tanpa aku disisinya. Sungguh! Untuk menangani ranah se-eks karisedenan surakarta ( solo, sragen, wonogiri, klaten, sukoharjo, boyolali) memang bukan hal yang mudah. Butuh orang-orang yang berkomitmen. Syukron ukhti…semoga evaluasi ini jadi ajang perbaikan kinerja ana kedepan, insyaalloh ana akan setia membersamai anti……Ayo bersama tangguhkan diri! Untuk selalu mengepakkan sayap….di medan jihad. Allahu akbar!!

Pintaku ukhti….
Gandenglah diriku saat diri ini mulai lelah
Jangan biarkan bibir ini berkeluh kesah untuk hal yang sia-sia….
Jangan biarkan kaki ini diam, sementara kaki langkahmu sudah jauh di depan
Jangan lelah untuk memberikan muhasabah cinta untuk diri ini
Ajari aku untuk menjadi akhwat tangguh seperti dirimu

Teriring rasa cintaku yang tulus untuk sahabat-sahabatku di puskomda solo raya FSLDK ( mbak fen, mbak helmy, mbak umi, mbak ayu, mbak arum, mbak anif,mbak anggi, ukh Linda, ukh tari, ukh yu2n dll) sungguh ana ukhibuki fillah…..semoga Allah menguatkan punggung kita untuk mampu mengemban amanah ini.






0 komentar:

Poskan Komentar

 

Got My Cursor @ 123Cursors.com