; .: SePEnGgAL Kis4H :.: KADER MANJA ;
Ikuti Terus ya Jejak Petualangan KHEISYA!!!

Senin, 21 April 2008

KADER MANJA

KADER MANJA?

Waduh..waduh….ada-ada saja ya istilah zaman sekarang? Banyak sekali istilah yang terkadang menohok kita, dan membuat kita harus kembali membaca profil diri kita? Aku termasuk nggak ya? Kayaknya kok ana juga ikut?! Hmmm..bukan! Itu bukan ana. Pernahkah antum begitu?

Kader MANJA?
Kader yang MANdi JArang-kah?
Semoga tidak lho ya?! Masak kader jarang mandi, ya ilah….gimana mau berdakwah kalau tampilan luar kita tidak terkemas dengan rapi. Pasti produk yang kita tawarkan juga kurang menjual…iya to?

Hm…terkait KADER MANJA yang menjadi pembahasan disini adalah yang didefinisikan sebagai kader yang tidak siap memikul beban, dan bermalas-malasan. Dia mempunyai segudang alasan untuk menampik jika amanah ini datang padanya. Padahal dalam realita kita tidak membutuhkan kader dakwah yang (afwan) MANJA, melihat tantangan dakwah yang semakin berat. Ibarat pohon, makin tinggi makin kencang tiupan anginnya. Kita juga harus tampil dengan profil diri sebagai KADER yang siap guna!

sedikit melirik fenomena yang ada

Suatu saat ada akhowat yang minta tolong seorang akhowat lainnya, “ ukhti ana lihat jadwal anti yang paling longgar pekan ini? Bs Bantu ana nyari konsumsi buat acara training ESQ besok?” Dengan nyengirpun dia njawab, “ He…he..afwan ukhti ana hari ini g bawa sepeda jadi malas banget muter-muter, ma yang lain saja yak?” diapun berlalu

“ Mbak afwan ya….dinda hari ini g ikut kajian, g ada sepeda mbak. Tapi kalau dijemput dinda juga nggak nolak!”

“ Mbak afwan ya…artikelnya molor, lha nggak ada komputer di kost. Mbak sih… ngasih deadline Cuma 2 minggu?!”



Pernah menjumpai kasus yang serupa? Nah…kira-kira apa yang antum rasakan? Sedih? kecewa? Atau punya rasa “ GEMES” yang begitu dalam.

Manja karena serba tidak bisa disuruh apa saja, dan nggak mau kadang membuat kita pengin patah arang juga. Gimana nggak? tugas yang seharusnya dia jalankan harus kita tanggung juga.

Mencetak kader unggulan memang tidak mudah membalikkan telapak tangan. Ya solusinya adalah kesabaran. Kesabaran untuk membentuk Kader MANJA menjadi kader yang unggulan. Dengan senantiasa melakukan tarbiyah dan dakwah fardhiyah yang gencar. Karena pada hakikatnya yang namanya dakwah tidak akan terlepas dengan tarbiyah. Tarbiyah yang bersifat pembinaan dan pembentukkan karakter, tarbiyah taqwiniyah. Dan problem diatas tidak cukup hanya dengan dakwah sebagai solusinya. Tetapi perlu ada pembentukkan dan pembinaan karakter, muwashoffat.

Buat saudaraku semua yang mungkin sering menemui KADER MANJA!
Rubahlah dia menajdi kader UNGGULAN yang siap guna! Kapanpun dan dimanapun.

Wallahu ‘alam bi showab



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Got My Cursor @ 123Cursors.com