; .: SePEnGgAL Kis4H :.: KRP [ 10/9] En-Ha ;
Ikuti Terus ya Jejak Petualangan KHEISYA!!!

Rabu, 10 September 2008

KRP [ 10/9] En-Ha

[ Pekan 2 ramadhan, masjid-kampus NH ]
KRP [Kajian Rabu Pagi ENHA]
By ustadz fafa

Melanjutkan hadist yang sebelumnya, terkait dengan puasa syaban….

Afwan sebelumnya kalau dalam tulisan ini dan seterusnya, hadist tidak lengkap, karena ini lagi-lagi keterbatasan penulis dalam menangkap apa yang disampaikan ustadz:

“ Rosululloh bersabda, janganlah kalian berpuasa pada hari sabtu, kecuali puasa yang diwajibkan kepada kalian. Jika kamu tidak menemukan sesuatu diantara kamu, atau anggur, atau tangkai pohon, maka hendaknya mengunyahnya”

Keterangan :
- Hadist ini goncang dilihat dari sisi sanad tidak diketahui sanad yang kuat
- Imam malik mengingkari hadist ini karena menganggap hadist ini suatu kebohongan (hadist munkar)
- Kenapa melarang puasa di hari sabtu? Karena hari sabtu adalah hari yang diagungkan oleh kaum yahudi, dan kita dilarang menyerupai mereka dalam hal kekhususan yang menjadi identitas mereka
- Rasululloh pernah puasa pada hari sabtu, tetapi beliau meniatkan puasa itu sebagai bentuk keprihatinan bukan pengagungan hari seperti yang dilakukan oleh kaum yahudi




“….Bahwasannya Rasululloh paling banyak ppuasa di dalam hari-hari selama sepekan adalah hari sabtu dan ahad, Rasululloh mengatakan karena ke-2 hari tadi adalah hari ied kaum musyrikin dan rosul ingin menyalahi mereka” (H.R imam Nasa’i)
Keterangan :
- Hadist ini mengajarkan kepada kita agar tidak menyerupai orang-orang yahudi
- Dan melakukan keserupaan yang dilarang identitas kekhususan mereka

Rosululloh juga melarang puasa pada hari arafah, perlu diingat puasa arafah : kondisi puasa yang berkaitan dengan wukuf bukan karena tradisi tanggal 9-nya
Berpuasa pada 9 arafah di kenakan pada umat islam yang tidak berhaji, sebagai bentuk ukhuwah dan simpati terhadap kondisi wukuf di arafah.
Puasa lainnya yang dilarang adalah puasa sepanjang tahun tanpa meninggalkan hari-hari yang dilarang, yang biasa disebut dengan puasa dahr

Pertanyaan jama’ah :
2. Ustadz, lebih baik mana antara sholat tarawih berjama’ah dimasjid dengan sholat tarawih sendirian, bagi seorang akhwat?
Jawaban ;
- Sholat tarawih hukumnya sunah biasa, sama dengan sunah-sunah yang lainnya
- Pendapat lainnya, sebagian ulama menyatakan bahwa sholat tarawih di bulan ramadhan adalah sholat lail dan hukumnya adalah sunah muakad dan hukum awal sholat QL adalah wajib.
- Bagi laki-laki atau perempuan sama saja, berjama’ah atau shalat sendiri di rumah.
- Sunah untuk kaum muslimin adalah melakukan sholat berjama’ah, ya sebaiknya berjama’ah di masjid. Dengan dasar :
-
“ Barang siapa sholat malam bersama imam sampai selesai, maka sisa malamnya dihitung telah Qiyamul Lail”

- Dengan dasar tersebut, sering terdengar perkataan para sahabat bahwa QL-nya adalah selama 24 jam
- Beliau juga menyampaikan kecuali orang yang punya hafalan lebih dibandingkan imam, dan khawatir hafalannya akan hilang kalau tidak sering di muraja’ah, disampaikan oleh para tabi’in dan para sahabat menganjurkan untuk shalat sendiri di rumah. Atau bisa dilakukan muraja’ah saat melakukan shalat tahajud sendiri di rumah
-
2. Ustadz, tolong dijelaskan tentang dilarangnya puasa 1 hari/2 hari sebelum ramadhan?
Jawabannya:

Hal itu dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. kalau puasanya dengan alasannya untuk jaga-jaga, dia takut kalau ternyata sudah memasuki ramadhan maka hukumnya adalah haram, dasarnya :
“ Barang siapa yang berpuasa dihari yang diragukan, maka dia telah mendurhakai rasululloh” perkataan amr bin yasir
2. Puasa yang dilakukan karena membayar hutang/kafarat/nadhzar hal itu diperbolehkan
3. Puasa mutlak, misalnya 2 hari menjelang puasa ramadhan adalah tepatnya hari senin-kamis dan dia terbiasa dengan puasa tersebut, atau hari dia harus puasa dawud dan dia terbiasa menjalankan, maka tidak ada larangan.

“ Rosululloh bertanya pada Imron bin husein, “apakah kamu berpuasa akhir sya’ban?”. Imron Bin Husein menjawab :”tidak”. Kalau begitu kamu harus berpuasa 2 hari setelahnya (bulan syawal)

3. Mohon dijelaskan tentang Istighotsah
Jawab:

- Istigotsah  memohon kepda Allah SWT untuk menyingkirkan musibah besar atau bahaya
- Istigotsah dilakukan sama dengan do’a –do’a biasa.
- Melakukan hal-hal yang dianjurkan saat berdo’a , seperti:
Diawali dengan tawasul menyebut asma-asma Allah SWT, Perbanyak dzikr, banyak bersedekah, perbanyak sholawat ( sholwat=amal sholeh), menghadap kiblat, dll

2. Membaca alqur’an bagi wanita haidh
Jawab:

• Membaca dengan memegang mempunyai hukum yang berbeda
• Kalau membaca bukan mushaf (terjemahan atau tafsir) ulama membolehkan melakukan hal tersebut.Ada yang menyebutkan asal bukan yang ditunjuk ayat-ayatnya maka diperbolehkan.
• Pendapat lain : untuk kepentingan misalnya mengajarkan alqur’an (TPA) maka diperbolehkan, karena kalau terlalu lama misal haidh seorang 15 hari tiap bulannya maka ia akan kehilangan 6 bulan tiap tahunnya dan takutnya akan banyak menimbulkan kemudharatan.
• Pernah dikisahkankan “ saat aisyah haji bersama rasululloh, aisyah bertanya kepada rasululloh saya sedang haidh, Rosululloh menjawab lakukan apa yang dilakukan orang haji kecuali thowaf”
Keterangan :
- Lakukan apa yang dilakukan orang saat haji, termasuk membaca alqur’an
- Thowaf dilarang karena itu menyerupai ibadah sholat

3. Membatalkan puasa sunah apa boleh?
Membatalkan puasa wajib tanpa sebab hukumnya dosa.

Wallahu'alam bi showab. Mohon koreksinya
vv


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Got My Cursor @ 123Cursors.com