; .: SePEnGgAL Kis4H :.: Siapkah Kita?? ;
Ikuti Terus ya Jejak Petualangan KHEISYA!!!

Jumat, 14 Agustus 2009

Siapkah Kita??

Bismillah.
Sahabatku….Sudah Siapkah Kita ?





Tahukah sahabat? Tinggal hitungan hari lagi, Ramadhan “ Syahru maghfiroh” akan menyapa kita. Yang menjadi pertanyaan! Sudah siapkah kita? Sudah berapa banyak perbekalan yang kita persiapkan untuk menyongsong ramadhan kelak? Atau selama ini kita terlenakan dengan aktifitas-aktifitas kosong Hingga Ramadhanpun yang segera tiba terlupakan dari ingatan kita. Astaghfirulloh…. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu merindu akan datangnya bulan mulia itu. Semoga kita semua dipertemukan dengan ramadhan tahun ini. Amiin

Teringat dengan taujih yang pernah disampaikan Al ustadz, dalam sebuah forum :

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
(Q.S Al Baqarah :183)

Tentu kita tidak asing lagi dengan firman Allah yang hilir mudik keluar masuk ke telinga kita. Bahkan kitapun secara tidak sadar hafal dengan redaksional sepotong ayat yang menjadi andalan al akh atau al ustadz dalam khutbahnya karena seringnya ayat itu dilafadzkan. Tetapi pernahkah dalam benak antum melintas pertanyaan tentang dua kata terakhir yang menutup ayat tersebut “ La’alakum Tattaquun”? yang menjadi tujuan utama dalam ibadah yang diwajibkan diawal surat? kenapa kata itu tidak menyertai ibadah lain seperti shalat, haji dll? Seperti halnya yang pernah dipertanyakan oleh ulama, dan ulama lainpun menjawab. Kenapa “ La’alakum Tattaquun” hanya menyertai ibadah puasa??? :
Ulama menegaskan bahwa :
1. Menurut sebagian ulama, ibadah puasa mampu merealisasikan Taqwa dalam berbagai tingkatannya :
a. Taqwa menjaga syahadat : ini adalah tingkatan taqwa yang paling rendah
b. Menjauhkan diri dari dosa-dosa besar : tingkatan taqwa yang kedua
c. Mampu menjaga dari hal yang mubah (halal) sekalipun dari hal yang mampu memalingkan dia dari Allah SWT.
Begitupun juga puasa, Ulama membagi puasa menjadi 3 tahapan :
 Shaum awwam : Puasa ini hanya dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban
 Shaumul khusus : Tidak hanya sekedar menjaga lapar , dahaga dan jima’ tetapi juga menjaga seluruh tubuh dari maksiat.
 Shaum khusus Fii Khusus : Puasa menjaga hati dari hal-hal yang memalingkan dari Allah SWT.
Menurut pendapat ulama, tingkatan Taqwa akan sebanding lurus dengan tingkatan puasa yang ia capai. Atau singkatnya, ” kalau puasa dia dapat, maka Taqwapun insyaAllah dapat”. Jadi sudah tahu? Tentukan pilihan antum dari sekaranng. Saya yakin kitapun menginginkan untuk mencapai tingkatan Taqwa yang paling tinggi bukan? Kalau begitu mari kita persiapkan agar kitapun mampu melakukan puasa dengan tingkatan yang paling tinggi.

2. Umat islam meluruskan pendapat puasa bukanlah bentuk penyiksaan diri. Orang-orang terdahulu mempunyai pandangan seseorang akan dianggap dekat dengan tuhannya jika dia menyiksa dirinya. Semakin keras dia menyiksa diri semakin dekat pula jarak dengan tuhannya. Begitu juga dengan puasa, mereka menganggap kalau puasa adalah ajang penyiksaan diri untuk mendekatkan diri dengan tuhannya. Bahkan ada cerita seseorang membakar diri, berguling-guling dsbnya ( agar merasa tersiksa) agar semakin dekat dengan tuhannya. Naudzubillah....

Yang sekarang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah ” BAGAIMANA CARANYA AGAR KITA MENCAPAI DERAJAT ORANG-ORANG YANG BERTAQWA” ?????????(Sengaja fontnya capital...ibarat ngomong intonasi lagi yang meninggi hehe).
Ada beberapa hal yang bisa kita ikhtiarkan dan kita latih untuk mencapai gelar tersebut :
1. Mempersiapkan diri akan datangnya bulan Ramadhan.
Untuk menyambut bulan ramadhan kita diwajibkan menyiapkan nafaqoh (materi) ataupun mental (ruhiyah).
Ada 3 golongan orang yang mempersiapan ramadhan :
1. Golongan orang mukmin
2. Golongan orang fajir ( jahat) : dilakukan untuk memanfaatkan kelemahan orang-orang mukmin. Misal : Mentargetkan mencuri 12 pasang sandal di Masjid NH/ Malam agar bisa merayakan lebaran... dsbnya
3. Golongan At-Tajir (pebisnis) orang yang senantiasa melihat celah untuk mengambil keuntungan materi saat bulan ramadhan tiba.

Nahlo, orang yang jahatpun sudah siap-siap menyiapkan akal bulusnya untuk beraksi di bulan Ramadhan, akankah kita akan ketinggalan??????????
Semoga kita menjadi golongan orang yang pertama yang selalu mengorientasikan sesuatu untuk tujuan akhirat....Sesuatu dengan orientasi akhirat insyaAlloh secara langsung dunia juga akan dia dapatkan :-D

2. Membangun mental (ruhiyah) yang mendambakan datangnya bulan ramadhan ( merindu akan datangnya bulan Ramadhan).

3. Membenahi sikap kita terhadap Ramadhan
Ada beberapa tipe orang dalam menyikapi datangnya bulan Ramadhan :
1. Menyikapi sebagai salah satu beban yang sangat berat
2. sebagai kewajiban yang harus dilakukan sampai selesai
3. sebagai sebuah KEBUTUHAN
Ulama salaf Ibnu Taimiyah pernah menyampaikan mengibaratkan puasa itu seperti sebuah santapan, jadi kalau dia tidak menyantap menu-menu yang ada di bulan Ramadhan dia akan sangat kelelahan. Tak heran ketika ba’da shubuh ia habiskan untuk Dzikir sampai waktu dhuha dan ditutup dengan shalah dhuha 2 rekaat.
4. Melipatgandakan pahala Puasa Ramadhan
Siapakah orang yang paling banyak pahalanya? Kata Rasulullah :
1. Orang yang paling banyak melakukan Dzikr.
2. Memberikan buka pada orang yang membutuhkan
Bahkan ada yang menyampaikan Rasulullah bersedekah lebih cepat dari pada angin yang berhembus. Luar biasa.....harus kita tiru!
3. Orang yang senantiasa bersabar dan bersyukur minimal menjelang buka dan shaur.
Batas minimal bersyukur adalah saat memulai dengan bismillah dan mengakhiri dengan Alhamdulillah....
5. bertahan berpuasa, meskipun lingkungan banyak yang berbuka.
Ada bonus yang akan ia dapatkan ketika dia berpuasa disaat orang lain berbuka : Malaikat akan bershalawat untuknya...
Mau?

KETIKA KITA SUDAH MASUK RAMADHAN, APA YANG KITA LAKUKAN?

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah menjaga keutuhan pahala puasa dengan meninggalkan hal-hal yang merusak puasa seperti halnya :
1. Ghibah
Apalagi seorang akhwat potensi untuk ” Ghibah” lebih besar daripada akhwat karena wanita itu kuat di mulutnya, beda dengan lelaki yang kuat pada perutnya. So hati-hatilah....semoga tambahan potensi itu dapat kita alihkan untuk amalan yang mendatangkan kebaikan ( tilawah, dst....)
2. Berbohong

PERSIAPAN KELUAR DARI RAMADHAN

Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan untuk keluar dari bulan Ramadhan, menuju bulan syawal atau diartikan bulan peningkatan. Harapannya setelah keluar dari bulan Ramadhan, apa saja amalan yang menjadi kebiasaan yang dilakukan di bulan Ramadhan dapat kita bawa untuk bulan-bulan berikutnya, tidak berhenti ketika Ramadhan berakhir pula.
Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut :

Memaksimalkan 10 hari terakhhir bulan Ramadhan

Kenapa kita dianjurkan untuk memaksimalkan 10 hari terakhir bulan ramadhan :
1. karena yang dinilai oleh Allah SWT adalah Akhir dari amalan itu ( Yang dinilai adalah pamungkas dari hasil kita ) So kita harus menjaga semangat amalan kita bukan hanya semangat itu di awal saja, tengah saja tetapi bisa sampai akhir.
2. Akhir yang optimal menjadi INDIKASI amal awal dan tengah diterima oleh Allah SWT
 Balasan dari amal kebaikan adalah dimudahkan untuk melakukan 1 amalan menuju amalan yang lainnya.
3. Hari-hari terakhir Ramadhan biasanya hanya sedikit orang yang mampu bertahan menjaga amalannya dan sedikit sekali orang yang melakukan amal kebaikan, dan balasan kebaikan yang tinggi ( dilipatgandakan) pula yang dijanjikan kepada mereka yang mau bertahan. So istiqomahlah!!!

INTINYA ADALAH JAGA KONTINUITAS AMAL!!!!!!!!!!!!!

Kegembiraan yang didapatkan seorang muslim saat berpuasa adalah :
1. kegembiraan waktu berbuka
2. kegembiraan ketika bertemu dengan tuhannya



Semoga kita semua, sudah siap dengan segala perbekalan yang akan kita gunakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang tinggal hitungan hari lagi. Tidak ada kata TERLAMBAT!!! Karena semua hal yang kita niatkan untuk mempersiapkan datangnya puasa, Allahpun akan memberikan pahala sama seperti halnya ketika kita berada di bulan ramadhan.Amiin.

Rasulullah bersabda ” Belum pernah datang kepada kaum mukmin sebaik-baik bulan yang lebih baik dari bulan ramadhan dan belum pernah datang kepada kaum kafirin yang lebih buruk dari bulan Ramadhan...”

Semoga kita semua dapat mencapai derajat Taqwa!


Wallahu’alam bi showab wa Astaghfirulloh....

* ) Ringkasan catatan jihad ” kheisya illiyyana jadiid”
Agustus, 13 Agustus 2009
0/Dalam kerinduan menunggu kedatangan bulan nan mulia.



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Got My Cursor @ 123Cursors.com