; .: SePEnGgAL Kis4H :.: Kajian Rabu PAgi ;
Ikuti Terus ya Jejak Petualangan KHEISYA!!!

Jumat, 02 Oktober 2009

Kajian Rabu PAgi

Balasan orang yang melakukan amal kebaikan adalah dimudahkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan sejenisnya.

Kajian Rabu Pagi.....
Kembali di buka, duh ada kangen di hati sudah semingguan g ada ta’lim karena hari libur hari raya dan meliburkan diri.

Tema yang diangkat adalah AMALAN apa yang disunnahkan untuk dilakukan bulan Syawal?????

Selain sholat Iedul Fitri dan silaturrahim, tentunya kita semua sudah pada tahu amalan sunnah apa yang harus kita lakukan pada bulan pembalasan ini. Yup benar sekali puasa 6 Hari di bulan Syawal.

”barang siapa puasa 6 hari setelah idul fitri secara berturut-turut maka seakan-akan puasa setahun”

Puasa setahun ?????

Hanya puasa Ramadhan + 6 Hari syawal kita dihitung dengan pahala orang yang puasa 1 tahun apa g tergiur tuh? Makanya mumpung belum terlambat.....Hayuk atuh....

Mengenai hadits Riwayat Bukhori muslim diatas ada khilaf di kalangan ulama. Sebagian ulama megatakan bahwa hadits diatas adalah shohih karena hadist tersebut masuk dalam kategori shohih muslim.dan sebagian yang lain mengatakan bahwa hadist tersebut mauquf bukan sabda rasulullah melainkan perkataan sahabat, Imam ahmad yang lahir sebelum imam muslim sepakat dengan pendapat ini.

Terkait ”PENGAMALANNYA” bagaimana?

Dikalangan ulama mengenai pengamalannya juga ada khilaf. Imam malik termasuk orang yang tidak mengamalkan sunnah ini, alasan beliau adalah karena ulama salaf tidak mengamalkan.

Sebagian yang lain bahwa puasa 6 hari di bulan syawal hukumnya adalah makruh anggapan mereka bahwa puasa ini menyerupai ahli kitab, orang ahli kitab kalau disuruh puasa selalu menambahkan puasa. Dan kita di larang menyerupai ahli kitab.

Pendapat yang ketiga menyanggah pendapat ke-2. Bahwa Puasa 6 hari di bulan syawal yang dilakukan oleh kaum muslimin ada jeda 1 hari dengan puasa sebelumnya (puasa ramadhan) yaitu pada hari iedul fitri sedangkan puasa yang dilakukan orang ahli kitab adalah tidak ada jeda, jelas hal ini tidak menyerupai puasa ahli kitab.

Terkait dengan PELAKSANAAN???

Ada khilaf juga :
1.Disunnahkan dilakukan secara berturut turut ( Imam syafi’i dan Ibnu mubarak)



Hal ini didasarkan pada hadits :
”barang siapa puasa 6 hari setelah idul fitri secara berturut-turut maka seakan-akan puasa setahun”.
Hadist ini lemah karena ada parawi yang maujud dan sanadnya lemah.

2. Tidak ada perbedaan ( boleh dilakukan berturut-turut atau berselang seling)
( Riwayat imam Ahmad )
3. Sebaiknya tidak dilakukan puasa itu pada hari ke-2 ( tepat setelah hari idul fitri) alasannya karena hari itu adalah hari makan dan minum.
Pendapat ini menganjurkan agar puasa 6 hari di bulan syawal dilakukan pada 3 hari sebelum ayyamul bid (tengah bulan) dan 3 hari setelahnya, kira-kira pada hari ke-10.

Namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang ke-2. Bahwa puasa syawal boleh dilakukan secara berturut-turut ataupun berselang-seling.

Ada masalah mungkin yang dihadapi oleh para akhwat, yang mempunyai hutang puasa pada bulan Ramadhan apakah harus MengQodho’ puasa dulu ataukan puasa syawal lebih dahulu???
Dianjurkan untuk membayar hutang puasa terlebih dahulu. Untuk menyegerekan yang wajib daripada sunnah.
Tetapi kalaupun melakukan puasa syawal dahulu juga tidak mengapa. Seperti yang dilakukan Aisyah, Aisyah tidak pernah mengqodho’ itu selain bulan sya’ban. Ada yang menjadikan ini alasan juga dikarenakan puasa sunnah ( syawal ) waktunya lebih sempit dibandingkan puasa mengqodho’ yang waktunya 1 tahun.

Bagaimana dengan orang yang sengaja membatalkan puasa saat bulan ramadhan???? mereka diibaratkan seperti orang yang mundur dari genderang perang.Dan mereka dianjurkan untuk kembali....

Hikmah Puasa Syawal :
1. Sebagai penyempurna untuk mendapatkan pahala puasa selama 1 tahun penuh.
2. Ramadhan wajib, puasa pada bulan syawal sebagai puasa rawatibnya ramadhan. Kalau sebelum ramadhan disunnahkan untuk puasa pada bulan rajab sedangkan setelahnya adalah puasa pada bulan syawal.
3. Sebagai pembesar hati kita, indikasi bahwa puasa kita pada bulan ramadhan diterima. Didasarkan pada :
Diantara bentuk balasan atas kebaikan yang kita lakukan adalah dimudahkannya melakukan ibadah yang sejenisnya setelahnya.
4. Puasa syawal adalah sebagai ungkapan syukur karena kita mendapatkan limpahan rahmat dan ampunan pada bulan ramadhan.
5. Bahwa puasa syawal menunjukkan bahwa puasa kita adalah ibadah yang berkesinambungan. Syawal menjadi ibadah mata rantai dari ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan Allah menyukai yang demikian.
” Sebaik-baik amal adalah yang kontinu meskipun kuantitasnya sedikit”

So tunggu apalagi?
Bagi yang belum menyempurnakan segera yuk....semoga Allah memudahkan kita semua untuk melakukan setiap amal kebaikan.

Wassalamu’alaykum Wr.Wb

Afwan jiddan dan mohon koreksinya jika ada kesalahan

*)Sumber : Kajian Rabu Pagi Masjid Nurul Huda UNS














1 komentar:

Anonim mengatakan...

Ya, mungkin karena itu

Poskan Komentar

 

Got My Cursor @ 123Cursors.com