; .: SePEnGgAL Kis4H :.: coretan lama ;
Ikuti Terus ya Jejak Petualangan KHEISYA!!!

Jumat, 12 Desember 2008

coretan lama

Saat malam mulai larut..kubuka kembali file-file lama yang pernah aku tulis, sebuah folder di FD lamaku dengan name TAKLIM-Q, membuatku penasaran ingin segera ku-membukanya sebelum yang lainnya . Subhanalloh tulisan 1 tahun yang lalu masih utuh 3 lembar. Saat Temu Kader antar mahasiswa MIPA. Kadang kuberfikir...apakah tulisan ini hanya sebagai dokumentasi pribadi saja?.Ah tidak! Semua ilmu pasti ada manfaatnya. Untuk menambah kemanfaatan, kucoba untuk mempublish tulisan ini. Moga dapat bermanfaat.....

TEMU KADER FMIPA
Masjid Kampus, NH
12 Novemper 2007
19.30- 05.00 WIB

Ta’liful Qulub ( Eratnya Ukhuwah)
Ustadz : Ikhsan Fauzi

Ada beberapa nikmat :
1. Nikmatul Wujud
2. Nikmatul Hayyah : Nikmat hidup
3. Nikmatul akal : Akal
4. Nikmat hidayah
5. Nikmat Dakwah
6. Nikmat Ukhuwah
Cara mendapatkan Ta’liful Qulub :
1. Istima’ ‘ala Mahhabbah
Bertemu karena kecintaan kepada Alloh SWT
2. Bertemu kerangka ketaatan kepada Alloh SWT
3. Mereka bersatu dalam dakwah
4. Berjanji untuk jihad
Efek Kokohnya hati :
1. Laanggengnya kasih sayang
2. Ada penunjuk jalan
3. Penuhnya dada ini dengan cahaya
4. Hatinya lapang penuh dengan keimanan
Tingkatan Ukhuwah :
1. Interaksi baik individual maupun organisaasi
2. Saling mengenal (Ta’aruf) baik jasadiyah, fikriyah, psikologis
3. Tafahum (saling memahami)
4. Saling tolong menolong baik secara hati, pemikiran (ta’awun fikriyah), secara amal (ta’awun amaliyah).
5. Taqallub (saling menahan beban)
6. Itsar (Mengutamakan kepentingan saudaranya dibandingkan kepentingan pribadi)

Rehat :
Da’i pada dasarnya adalah ibarat lentera, Cahayanya dapat menyibakkan kegelapan, seberapa besar kita mampu menerangi sekitar atau mampu menjadi jalan hidayah bagi yang lain tergantung kapasitas yang kita miliki.Berapa Candelakah?????

Pertanyaan :
1. Ustadz dikos ana ada seorang aktifis banget, saking banyaknya aktifitas yang beliau kerjakan hingga beliau melupakan urusan yang ada dikosnya, contoh kecil saja kalau dia makan langsung ditinggal begitu saja dan it uterus-menerus, dan terkadang itu mengatasnamakan karena mau syurolah, inilah….sebagai pihak yang muda kita agak grogi kalau memberikan nasehat secara langsung. Dan yang menjadi ketakutan dalam pribadi ana, secara tidak langsung itu akan membangun image negative bagi ade-ade kos yang lain. Bahwa aktifis dakwah kok “…”???? Bagaimana membangun komunikasi yang baik agar beliau tidak tersinggung?syukron….


Reply :
1. Sebagai saudaranya yang paling utama adalah jaga aibnya, tutupilah agar hal yang tdk diinginkian terjadi.
2. Tolonglah saaudaramu yang mendholimi dan terdholimi
3. Dengan curhat dan tidak menunjukkan kesalahannya didepan orang umum.
4. Daan tidak menghakimi.
Kesimpulan dari akh prasetyo bawono :
1. Barang siapa cinta mencintai.....(he,he ana lupa masnya terlalu cepat je akh pras menyampaikannya)
2. Rosululloh SAW, Sahabat bertanya:”Ya rosululloh, apa yang akan kudapatkan, jika aku mencintaimu?” Kau akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kau cintai.
(*) Ciri khas sahabat : adalah ingin dekat dengan Rosululloh.

Wallahu’alam bi showab





0 komentar:

Poskan Komentar

 

Got My Cursor @ 123Cursors.com