; .: SePEnGgAL Kis4H :.: Sepenggal Cerita-Ku ;
Ikuti Terus ya Jejak Petualangan KHEISYA!!!

Rabu, 09 Juni 2010

Sepenggal Cerita-Ku




Pagi itu, sang surya begitu sumringah tersenyum indah… seindah senyumku (hehe narsis.com). Dapat saya pastikan, diapun ingin berbagi kebahagian denganku. Hari ini, adalah hari istimewa bagiku, kenapa begitu? Tentu! Hari ini adalah pengalaman pertama bagiku bertemu dengan kawan-kawan baru, tak hanya sebuah “forum baru”, tetapi ini akan menjadi “keluarga baruku” di Jakarta …..yah di sini, di kota Ini saya melanjutkan perjalanan spiritualku dalam “ memulung ilmu”. Semoga senantiasa diberikan keistiqomahan dan kemudahan. Amiin Allahuma Amiin….

Pagi itu, sekitar pukul 09.15 WIB saya meluncur dari kediaman kakakku setelah pekerjaan RT rembes semua. Awalnya saya ingin membawa si Heli, untuk menghantarkanku ke tempat tujuan. Namun sayang, heli tak bisa keluar karena jalan ditutup untuk sementara karena tetangga depan rumah kakakku “Mantenan”, So saya harus jalan kaki menelusuri jalan tikus untuk menuju TKP, karena itu jalan satu-satunya.


Tak lama kemudian, sekitar 15 menitan, Alhamdulillah saya nyampai di tempat tujuan. Kali ini saya tidak nyasar! Karena sebelumnya saya sudah pernah bertandang 3 kali untuk mengikuti taskif akbar yang mengupas sosok salah satu pendiri pergerakan bersama Ustadz Nur Mahmudah (SubhanAllah beliau benar-benar SMART uey :-D…3X pertemuan dengan beliau masih kurang puas!), Bahasa arabnya yang fasih bikin mupeng……tak seperti saya, bisanya Cuma “afwan, khaifa khaluk, waiyyakum, na’am, la, labatsa..laa tahzan”…Sungguh aku Malu…. pada ustadzah!!!

Sesampai di TKP…

Lhoh kok sepi yha? Pada ngumpet kemana mereka?...

Hasil pantauan sejauh mata memandang, hanya kutemukan 1 sepeda motor dan sebuah mobil yang parkir di Halaman. Saya sempat bingung tengok sana-tengok sini (untung saja nggak disangka maling..xixixi). Tanpa babibu, akhirnya Kulontarkan salam, tapi hening….tak jua ada jawaban seperti yang kuharap. Tak lama kemudian pintupun terbuka, namun yang kujumpai hanya seorang balita yang jalannyapun masih tertatih-tatih, mendekat seraya melontarkan senyum pada saya, ” Umi mana dek?”tanyaku. Walaupun si dede belum bisa menggunakan bahasa lisan, tetapi saya tahu keberadaan uminya “ nana…nana…(baca :sana)”, sambil menunjuk rumah sebelah. Ternyata benar! Setelah menuju rumah sebelah, ada segerombolan umahat dengan anak-anaknya yang siap mengaji. Alhamdulillah akhirnya kutemukan juga mereka :-D

“Assalamu’alaykum…benar ini rumah umi……bla..bla..bla (nama sengaja disamarkan, hehehe))” tanyaku pada salah seorang akhwat.

“ Iya benar, silahkan masuk mbak”. (tumben saya dipanggil mbak, biasanya juga Bu! Hahahaha *muka boros*)

Sayapun langsung masuk, ikut duduk bergabung dengan mereka membentuk lingkaran. Benar-benar pemandangan yang LUAR BIASA apa yang kulihat waktu itu. Tengok sebelah kanan, ada seorang umahat yang membawa 2 anaknya ikut halaqah, kedua anaknya waktu itu merengek minta jajan, tapi sang umi merayunya “ Ntar ya De, umi ngaji dulu” bisiknya lembut, sejurus kemudian dua anak itupun diam. Tengok sebelah kiri, kulihat pemandangan yang benar-benar membuatku takjub, saya melihat seorang ummahat yang bisa melakukan 2 kewajiban sekaligus . Memberikan ASI tetapi juga tetap konsen menyimak tilwah saudaranya. Belum juga umahat yang datang setelahku, kulihat beliau membawa tas besar sambil menggendong anaknya, datang tergopoh-gopoh. Setelah dikeluarkan ternyata 2 bola yang beliau bawa. SubhanAllah…..Ilmu tarbiyatul aulad yang sangat mengagumkan. Hm….saya hanya mengulum senyum, membayangkan diriku menjalankan peran yang serupa kelak, menjadi seorang Ibu bagi anak-anakku! Dan menjadi seorang isteri bagi suamiku.....Ah, semoga sampai kapanpun Allah masih memberikan keistiqomahan kepadaku. Khususnya untuk menunaikan kewajibanku untuk menuntut ilmu….(hmm kapan yo?.....). Benar-benar pengalaman pertama yang mengejutkan, ngaji kaya acara imunisasi ibu-ibu.

Tak lama kemudian acarapun dimulai dari Pembukaan, Tilawah, Murajaah Hafalan ( Alqur’an dan Hadits), Evaluasi Amal Yaumi, Tadabbur Alqur’an, Riyadus Sholihin, dan kini masuk tausyah yang diamanahkan kepada Umi NH…..Beliau menyampaikan tausyah yang sepertinya ringan namun sarat dengan makna. Tentang percakapan Imam Ghazali dengan muridnya…..Walaupun tausyah ini sudah sering keluar masuk telinga, tetapi tausyah ini tak jengah bila didengar…..Disini saya tuliskan kembali semoga bisa diambil hikmahnya!!!
***
Imam Ghazali = “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?”
Murid 1 = “Orang tua“
Murid 2 = “Guru“
Murid 3 = “Teman“
Murid 4 = “Kaum kerabat“
Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati” ( Surah Ali-Imran :185).
Imam Ghazali = “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 = “Negeri Cina“
Murid 2 = “Bulan“
Murid 3 = “Matahari“
Murid 4 = “Bintang-bintang“
Iman Ghazali = “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama“.
Iman Ghazali = “Apa yang paling besar di dunia ini ?“
Murid 1 = “Gunung“
Murid 2 = “Matahari“
Murid 3 = “Bumi“
Imam Ghazali = “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”
Imam Ghazali= “Apa yang paling berat didunia?“
Murid 1 = “Baja“
Murid 2 = “Besi“
Murid 3 = “Gajah“
Imam Ghazali = “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”
Imam Ghazali = “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 = “Kapas“
Murid 2 = “Angin“
Murid 3 = “Debu“
Murid 4 = “Daun-daun“
Imam Ghazali = “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat “
Imam Ghazali = “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid- Murid dengan serentak menjawab = “Pedang “
Imam Ghazali = “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri “
Hikmah:
• Perbanyak ibadah sesungguhnya kematian adalah dekat.
• Pergunakan waktu sebaik mungkin karena kita tidak dapat mengulang masa lalu.
• Berhati-hati dengan hawa nafsu, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.
• Tunaikan selalu amanah. Ingat bahwa manusia dan jin diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah semata.
• Dalam kesibukan apapun, jangan tinggalkan shalat.
• Berhati-hati dengan ucapan kita, karena melalui lidah kita mudah untuk menyinggung/ melukai hati saudara kita.

###
Setelah tausyah disampaikan, Kini giliran umi untuk menyampaikan materi. Beliau sedikit mengulas kembali tentang taskif yang diadakan kemarin, yang mengupas tuntas SOSOK salah satu pendiri pergerakan seraya mengabsen satu persatu binaannya yang tak hadir kemarin (Alhamdulillah hadir terus…jadi bebas Iqob uey :-D) . Ah rasanya! Memang LUAR BIASA, Saya jamin siapapun yang kelar membaca buku itu, akan menjadi Ruhul Jadiid! Dengan semangat yang MEMBARA! Nggak percaya? (buktikan dahsyatnya!)

“ Umi, teman-teman diwajibkan membeli buku ini ya!” pinta salah seorang ukh melihat maha urgensinya buku itu. Apalagi bagi seorang kader dakwah, rasanya memang wajib memiliki buku itu, sebagai salah satu rujukan dalam melangkah.

Ulasan yang disampaikan umi, ternyata membangkitkan gairah diskusi teman-teman. Sempat terjadi perdebatan kecil dalam lingkaran kami, saat pembahasan sudah masuk tentang hadits dhoif. Dengan penuh bijaksana, umipun menjelaskan permasalahan satu per satu. Alhamdulillah ulasanpun selesai.

Dan kini Umi masuk pada pembahasan Surat cinta Allah yang ke-58 Q.S Al Mujaadilah (Aha..tentang qodhoya Rumah tangga ). Sebuah surat yang mana Allah turut campur menyelesaikan permasalahan Rumah Tangga yang dialami oleh seorang shohabiyah bernama Khaulah Binti Malik Bin Tsa’labah.Ini adalah awal dakwah beliau, itu sebabnya Allah turut campur dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Yuk simak kisah berikut tentang sosok beliau…..


Khaulah binti Malik bin Tsa'labah
(QS. 2:45, 58:1-4)

“Kaulah bersuamikan Aus bin Shamit, seseorang lelaki tua yang miskin dan kasar perangainya.”

Dia seorang wanita yang fasih dan indah perkataannya. Dia selalu berhubungan dengan Allah SWT. Tidak kehilangan imannya kepadaAllah di saat-saat yang paling sulit. Akan tetapi dia mengadukan ke-pada Allah dan Rasul-Nya. Kami ketengahkan kisah Khaulah bersama suaminya di hadapan para suami dan isteri ketika terjadi perselisihan, perdebatan, perbantahan dan pertengkaran.

Khaulah berkata :"Demi Allah, mengenai aku dan Aus bin Shamit, Allah Azza wa Jalla menurunkan awal surah Al Mujaadilah. Dia berkata :"Ketika itu aku sedang berada di dekatnya. Dia adalah orang tua yang buruk kelakuannya dan sudah jemu." Khaulah berkata :"Pada suatu haridia masuk kepadaku, lalu aku membantahnya karena sesuatu hal sehingga dia marah dan berkata :"Engkau terhadapku seperti punggung ibuku."Kemudian dia keluar, lalu duduk di tempat pertemuan kaumnya sesaat,setelah itu dia masuk dan menginginkan diriku. Maka aku katakan :Sekali-kali jangan. Demi Allah yang menguasai nyawaku, jangan lolos kepadaku sementara engkau telah mengatakan apa yang engkau katakan,hingga Allah dan Rasul-Nya memberi keputusan tentang kita." Khaulah berkata : "Dia memaksaku, namun aku menolak. Aku berhasil mengalahkannya, sebagaimana halnya wanita yang berhasil mengalahkan laki-laki tua, maka aku berhasil menyingkirkannya dariku.

Kemudian aku keluar menemui Rasulullah SAW, lalu duduk di hadapan beliau dan aku ceritakan kepada beliau perlakuan sang suami terhadap diriku. Aku adukan kepada beliau perlakuan buruk yang aku terima dari suamiku." Khaulah berkata :"Rasulullah SAW hanya bersabda :"Wahai,Khuwailah, putera pamanmu seorang tua yang sudah lanjut usianya, maka takutlah engkau kepada Allah." Khaulah berkata :"Demi Allah, begitu aku pergi, turun Al-Qur'an mengenai diriku. Rasulullah SAW mengalami sesuatu yang biasa dialaminya, kemudian terbebas darinya. Maka beliau bersabda :"WahaiKhuwailah, Allah telah menurunkan wahyu mengenai dirimu dan temanmu.Kemudian beliau membacakan surah Al Mujaadilah : "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka.Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Orang-orang yang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, mereka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerja-kan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya)berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin.Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah; bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih."(Q.S. Al-Mujaadilah, 58:1-4)

Khaulah berkata :"Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Suruhlah dia membebaskan seorang budak. Maka aku katakan : Demi Allah, wahaiRasulullah, dia tidak punya budak untuk dibebaskan. Nabi SAW bersabda :Suruhlah dia berpuasa dua bulan berturut-turut. Maka aku katakan : DemiAllah, sesungguhnya dia seorang tua renta yang tidak berdaya. Nabi SAW bersabda : Suruhlah dia memberi makan orang miskin sebanyak 60 sha' kurma.Maka aku katakan : Wahai, Rasulullah, dia tidak mempunyai makanan sebanyak itu. Maka Rasulullah SAW bersabda : Kami akan membantumu dengan serangkai kurma. Maka aku katakan : Wahai Rasulullah, aku akan membantunya dengan serangkai kurma lagi. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Engkau berbuat benar dan baik. Pergilah dan sedekahkan kurma itu baginya, kemudian perlakukan putera pamanmu dengan baik. Maka aku pun melakukannya."["Al-Ishaabah, juz 8, halaman 618-620]

Inilah dia, Khaulah. Di dalam kisahnya terdapat pelajaran tentang kerukunan hidup suami isteri dan keikutsertaan dalam memperbaiki perpecahan dan pemeliharaan hubungan kerabat serta ketuaan usia antara suami isteri.Diriwayatkan, bahwa Umar bin Khaththab r.a. berjumpa dengannya di masa khilafahnya, ketika dia sedang menunggang seekor keledai dan orang-orang disekelilingnya. Kemudian Khaulah menyuruhnya berhenti dan menasihatinya.Lalu dikatakan kepada Umar r.a. :"Apakah engkau bersikap demikian terhadap perempuan tua ini ?" Umar berkata :"Tahukah kalian, siapa wanita tua ini ?Dia adalah Khaulah binti Tsa'labah. Allah SWT mendengar perkataannya dariatas tujuh lapis langit. Apakah Tuhan semesta alam mendengar perkataannya,sedangkan Umar tidak mendengarnya ?" [Husnul Uswah bimaa Tsabata Minallaahiwa Rasuulihi fin Niswah]

Khaulah tidak mengandalkan kekerasan dan tidak berpikir mengenai kejahatan, karena itu bukan akhlaq Islam. Akan tetapi dia mencari penyelesaian di sisi Allah dan Rasul-nya, dan mengadukan perkaranya kepada Allah SWT yang menciptakannya, agar menghilangkan kesusahannya dan memberi kemudahan sesudah kesulitan. Jika Anda ingin mendengarnya ketika menyampaikan keluhan kepada Rasulullah SAW, maka marilah kita baca hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Hakim, dan disahihkannya, dan Baihaqi serta lainnya dari 'Aisyah r.a., dia berkata : "Maha Suci Allah yang pendengaran-Nya mendengar segala sesuatu.Sungguh aku mendengar perkataan Khaulah binti Tsa'labah dan sebagiannya tidak bisa kudengar ketika dia mengadukan suaminya kepada Rasulullah SAWdan berkata : Wahai Rasulullah, dia menghabiskan masa mudaku dan aku banyak melahirkan anak untuknya. Setelah usiaku menjadi tua dan aku berhenti melahirkan, dia melakukan zihar terhadapku. Ya, Allah, aku mengeluhkepada-Mu."

Khaulah berkata :"Begitu aku pergi, Jibril a.s. turun membawa ayat-ayat ini." [Surah Al-Mujaadilah] Nabi SAW telah berwasiat agar memperlakukan para wanita dengan baik dan beliau adalah teladan tertinggi dalam memperlakukan isteri-isterinya.Nabi SAW bersabda mengenai hal itu : "Tidaklah orang Mu'min mendapat faedah sesudah taqwa kepada Allah yang lebih baik daripada isteri yang sholeh. Jika dia menyuruhnya, maka sang isteri menaatinya. Jika dia memandang kepadanya,sang isteri menyenangkannya. Jika dia bersumpah kepadanya, maka sang isteri melakukannya. Jika dia tidak ada di rumah, sang isteri memelihara harta dan kehormatan suaminya." Nabi SAW bersabada : "Orang Mu'min yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaqnya, dan sebaik-baik kamu adalah yangterbaik terhadap isterinya." ["Kanzul 'Ummaal (9/258-261)]

Nabi SAW juga bersabda dalam akhir sebuah khotbahnya :"Perlakukan para wanita dengan baik." Dari Amru Ibnul Ahwash di sebuah hadits panjang dalam menceritakan haji Wada', dari Nabi SAW, beliau bersabda :"Perlakukanlah para isteri dengan baik, karena mereka adalah tawanan pada kalian. Kalian tidak berkuasa sedikit pun atas mereka selain itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji. Jika mereka melakukannya, maka jauhilah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkannya. Jika mereka taat kepada kalian, maka janganlah mencari jalan untuk menyakiti hati mereka. Ketahuilah, bahwa kamu mempunyai hak pada isteri-isterimu dan isteri-isterimu mempunyai hak kepada kalian. Adapun hak kalian pada isteri-isterimu, maka mereka tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak kalian sukai menginjak tempat tidurnya dan tidak boleh mengizinkan orang-orang yang tidak kamu sukai memasuki rumah-rumah kalian. Ketahuilah,sesungguhnya hak mereka pada kalian adalah kalian beri pakaian dan makanan yang baik kepada mereka." (HR. Tirmidzi dan disahihkannya)

***
Setelah materi ini beliau sampaikan, kami masuk sesi diskusi. Diskusipun kelar tanpa memakan waktu yang lama.
Ada yang menarik, yang perlu dicatat dan merupakan“point penting” yang disampaikan oleh umi, “ Hal yang tidak boleh dibuat main-main adalah hal PERNIKAHAN”. Termasuk tidak diperbolehkan bermain kata-kata yang menyebabkan talak, meskipun dalam bercanda sekalipun”. Tuh diingat yha! Jangan pernah memuji isteri dengan kalimat yang menyebabkan jatuh talak.:-D

Setelah materi kelar , kami masuk forum “ Qodhoya’”, forum untuk melacur (melakukan curhat :-D). Benar-benar lucu curhatan para umahat……lagi-lagi membuatku mengulum senyum…..Sampai-sampai beliau menyampaikan statement begini, “ Suamiku bukanlah malaikat, diapun manusia yang kadang tingkahnya pun bisa membuat kesal, kecewa….”. Semoga cerita al ukh tersebut, dapat kujadikan pelajaran berharga!!! Lebih mempersiapkan diri menjadi IBU yang Tangguh!!!

Catatan buat ikhwan nih :
Ikhwan coba pahami isterimu kelak yha! Apalagi Ketika sudah diamanahi seorang anak, tolong pekerjaan RT jangan hanya dibebankan pada isteri…. Belajarlah berbagi! Kadang hal-hal kecil seperti inilah yang dapat memicu konflik yang besar, dan tahu siapakah yang terkena dampak ketika konflik itu terjadi??? Tak lain dan tak bukan adalah “ Buah hati kita” So Waspadalah!!!!. Afwan yha bukan bermaksud menggurui, tetapi menyampaikan suara akhwat yang mungkin tidak sampai hati mengungkapkan! Kalau si umi sibuk mengurus anak, melihat pakaian yang menumpuk (pembantu tak ada) segera bergerak yha! tanpa harus menunggu komando. Jadi suami SIAGA :-D

Wallahu’alam bi showab wa afwan katsiron…..
Semoga yang sedikit dari sepenggal kisah " kheisya Iliiyyana jadiid" ini ada manfaatnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Got My Cursor @ 123Cursors.com